Sabtu, 02 Februari 2013

perang dunia 1



1914


28 Juni
Francis Ferdinand dibunuh di Sarajevo.

5 Juli
Kaiser William II menjanjikan dukungan Jerman untuk Austria melawan Serbia.

28 Juli
Austria menyatakan perang terhadap Serbia.

1 Agustus
Jerman menyatakan perang terhadap Rusia.

3 Agustus
Jerman menyatakan perang terhadap Prancis dan menginvasi Belgia.
Jerman harus melaksanakan Rencana Schlieffen.

4 Agustus
Inggris menyatakan perang terhadap Jerman.

23 Agustus
Para BEF mulai mundur dari Mons. Jerman menginvasi Prancis.

26 Agustus
Tentara Rusia dikalahkan di Tannenburg dan Danau Masurian.

6 September
Pertempuran Marne dimulai.

18 Oktober
Pertempuran Ypres Pertama.

29 Oktober
Turki memasuki Jerman.
Perang parit mulai mendominasi Front Barat.

1915


19 Januari
Serangan Zeppelin yang pertama di Inggris.

19 Februari
Inggris membombardir benteng Turki di Dardanelles.

25 April
Pasukan Sekutu mendarat di Gallipoli.

7 Mei
The "Lusitania" tenggelam oleh sebuah kapal U-Jerman.

23 Mei
Italia menyatakan perang terhadap Jerman dan Austria.

5 Agustus
Rusia menyerang Warsawa, Jerman.

25 September 
Pertempuran Loos dimulai.

19 Desember
Sekutu memulai evakuasi Gallipoli.

1916

27 Januari
Wajib militer diperkenalkan di Inggris.

21 Februari
Pertempuran Verdun dimulai.

29 April
Inggris menyerah pada pasukan Turki di Kut, Mesopotamia.

31 Mei
Pertempuran Jutland.

4 Juni 
Serangan Brusilov dimulai.

1 Juli
Pertempuran Somme dimulai.

10 Agustus 
Serangan Brusilov berakhir.

15 September
Tank digunakan pertama kali dalam pertempuran di Somme.

7 Desember
Lloyd George menjadi Perdana Menteri Inggris.

1917

1 Februari
Penggunaan kapal selam dimulai oleh Jerman.

6 April
Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jerman.

16 April
Prancis melancarkan serangan yang gagal di Front Barat.

31 Juli
Pertempuran Ypres Ketiga dimulai.

24 Oktober
Pertempuran Caporetto terjadi, dan tentara Italia itu dikalahkan.

6 November
Inggris melancarkan serangan besar di Front Barat.

20 November
Pasukan tank Inggris memenangkan pertempuran di Cambrai.

5 Desember
Gencatan senjata antara Jerman dan Rusia ditandatangani.

9 Desember
Inggris merebut Yerusalem dari Turki.

1918

3 Maret
Perjanjian Brest-Litovsk ditandatangani oleh Rusia dan Jerman.

21 Maret
Jerman menerobos di Somme.

29 Maret
Marshall Foch diangkat menjadi Komandan Sekutu di Front Barat.

9 April
Jerman memulai penyerangan di Flanders.

15 Juli
Pertempuran Marne Kedua dimulai.
Awal runtuhnya tentara Jerman.

8 Agustus
Kemajuan Sekutu dalam perang.

19 September
Turki runtuh di wilayah Megido.

4 Oktober
Jerman meminta Sekutu untuk gencatan senjata.

29 Oktober
Angkatan laut Jerman memberontak.

30 Oktober
Turki membuat perdamaian.

3 November
Austria berdamai.

9 November
Kaiser William II turun tahta.

11 November
Jerman menandatangani gencatan senjata dengan Sekutu.

4 Januari
Konferensi perdamaian bertemu di Paris

21 Juni
Armada angkatan laut menyerah Jerman di Arus Scapa ditenggelamkan.

28 Juni
Para Perjanjian Versailles ditandatangani oleh Jerman.

Tahun 1914
28 Juni: Terjadi pembunuhan terhadap Archduke Franz Ferdinand beserta isterinya. Pembunuhan ini terjadi di Sarajevo (sekarang ibukota Bosnia & Herzegovina) dan dilakukan oleh kelompok radikal Bosnia-Serbia, Gavrilo Princip.
23 Juli: Austria-Hungaria memberikan ultimatum berisi 10 (sepuluh) tuntutan kepada Serbia.
25 Juli: Serbia menerima 8 dari 10 ultimatum di atas. Sikap Serbia ini tidak disetujui oleh Austria-Hungaria dan sebagai imbasnya, putuslah hubungan diplomatik antara kedua negara.
26 Juli: Kekuatan-kekuatan Eropa mulai menggeliat dan bergerak.
28 Juli: Austro-Hungaria mengumumkan perang melawan Serbia.
29 Juli: Kapal-kapal perang Austro-Hungaria yang bersiaga di Sungai Danube membombardir Beograd (ibukota Serbia). Serbia tidak tinggal diam dan membalas serangan ini.
1 Agustus: Jerman mengumumkan perang melawan Rusia.
3 Agustus: Jerman mengumumkan perang melawan Prancis dan Belgia.
4 Agustus: Jerman menduduki Belgia. Pada waktu yang sama, Britania menyatakan perang terhadap Jerman, sedangkan Amerika Serikat bersikap netral.
5 Agustus: Schlieffen Plan yang dirancang oleh pihak Jerman di bawah komando Lundendorff dilanggar di kota Liege.
6 Agustus: Austro-Hungaria mendeklarasikan perang melawan Rusia berbarengan dengan tantangan Serbia kepada Jerman.
7 Agustus: British Expeditionary Force (BEF) tiba di Prancis dan mulai menduduki daerah Mons, Belgia.
12-21 Agustus: Austro-Hungaria yang berkekuatan 200.000 orang tentara menduduki Serbia. Pasukan ‘tuan rumah’ yang kalah jumlah bertarung habis-habisan untuk mempertahankan diri dalam pertempuran di Sungai Jadar. Luar biasa! Mereka berhasil mengusir pasukan Austro-Hungaria pada tanggal 16 Agustus 1914.
14-22 Agustus: Tentara Prancis menyerang Lorraine, Jerman melakukan serangan balik, memaksa Prancis pulang kandang ke Nancy.
16 Agustus: Liege menyerah pada First Army dan Second Army Jerman yang merangsek wilayah tersebut lewat Sungai Meuse. Tentara Belgia menyerah.
17-19 Agustus: Tentara Rusia menduduki Prusia Timur namun berhasil ditahan oleh Eight Army Jerman. Rusia dipukul mundur hingga perbatasan.
18 Agustus: Tentara Belgia kalah bertempur dan mundur ke kota Antwerp. Di sana ternyata telah menunggu tentara Jerman dan memaksa mereka untuk melarikan diri hingga perbatasan Prancis.
19 Agustus: Presiden Amerika Serikat, Woodrow Wilson, dalam pidatonya di hadapan Senat, menatakan bahwa Amerika Serikat harus tetap bersikap netral ‘untuk menyalamatkan jiwa umat manusia’.
20 Agustus: Tentara Jerman merebut kota Brussels (ibukota Belgia). Hindenburg dan Ludenhoff mengambil komando tentara untuk front Timur.
20-25 Agustus: Prancis mengalami kekalahan besar dalam pertempuran di wilayah Selatan Belgia dan Luksemburg. Mereka dipukul mundur hingga Sungai Meuse dan Sungai Marne dekat daerah Verdun.
23-27 Agustus: Sementara itu, di Mons, BEF bertempur melawan First Army Jerman yang dipimpin oleh Kluck dan pihak Inggris dipaksa menyerah.
26-31 Agustus: Tentara Austro-Hungaria bergerak menuju Polandia dengan mengitari daerah rawa-rawa Pripet. Pada waktu bersamaan Rusia menderita kekalahan telak dari Jerman dalam Pertempuran Tannenberg dan pendudukan mereka di Prusia Timur berakhir.
5-10 September: Jerman mendapatkan serangan balik dari dua pihak, Inggris dan Prancis, dalam Pertempuran Marne.
7-18 September: Pertempuran di Sungai Drina. Tentara Austro-Hungaria melancarkan misi kedua ke Serbia. Tentara Serbia yang dipimpin oleh Putnik menarik diri dan bertahan di Beograd.
9 September: Jerman dipukul mundur dalam Pertempuran Marne dan lari ke Noyon dan Verdun. Pertempuran berakhir dan gagallah Schlieffen Plan. Tentara Belgia menyerang Jerman di luar Antwerp.
9-14 September: Jerman menyerang Rusia di Masuria dan berhasil mengusir Rusia dari daerah itu.
14 September: Dari pihak Jerman, General Staff Moltke diganti oleh Falkenhayn.
15-18 September: Tentara Sekutu yang dipimpin oleh Joffre menyerang tentara Jerman dalam Pertempuran Aisne, namun penyerangan ini tidak membawa hasil. Dalam serangkaian manuver, sekutu berhasil unggul dalam peristiwa yang dikenal dengan nama ‘Race to the Sea’.
22 September: U-boat milik Jerman, U-9, menenggelamkan tiga kapal cruiser Inggris (Aboukir, Hogue dan Cressy) di lepas pantai Belanda. Jumlah korban serangan ini adalah 1.400 orang. Sebagai reaksinya, Inggris mengadakan serangan udara untuk pertama kalinya terhadap Jerman.
22-24 September: Pertempuran Artois.
28: Ninth Army di bawah pimpinan Hindenburg mulai mendesak posisi Rusia di wilayah selatan Warsawa.
6-8 Oktober: Tentara Belgia dievakuasi dari Antwerp.
10 Oktober: Antwerp jatuh ke tangan Jerman.
13: Untuk pertama kalinya Kanada mengirimkan tentaranya ke Inggris.
16-17 Oktober: Tentara ANZAC berangkat ke Eropa.
19 Oktober: Tentara Sekutu yang dipimpin oleh Haig melakukan serangan balik di Flanders. Peristiwa ini dikenal sebagai ‘First Battle of Ypres’.
29 Oktober: Turki menyatakan perang terhadap Rusia, Prancis, dan Inggris. Peristiwa ini ditandai dengan pemblokiran Selat Dardanelle.
2 Nopember: Serbia dan Rusia menyatakan perang terhadap Turki.
3-4 Nopember: Afrika Timur yang dikuasai oleh Jerman mendapatkan serangan dari pihak Inggris. Tentara Inggris menyerang daerah ini melalui pelabuhan Tanga, namun serangan ini digagalkan oleh Lettow-Vorbeck. Pertempuran Afrika Timur menjadi awal gerilya Jerman melawan Inggris selama empat tahun.
5 Nopember: Inggris dan Prancis menyatakan perang melawan Turki.
7 Nopember: Tentara Jerman yang berada di Tsingtao, Cina, menyerah dari Jepang. Sedangkan Jerman kehilangan 700 orang tentara.
12 Nopember: Datangnya musim dingin mengakhiri membuat ‘First Battle of Ypres’ terhenti. Banyak korban jiwa yang diderita oleh Sekutu. Di perbatasan Laut Utara hingga Swiss banyak dibangun parit.
11-25 Nopember:  Jerman meluncurkan Ninth Army untuk menghadapi Rusia di Galicia. Statistik pertempuran ini adalah 35.000 korban jiwa pada pihak Jerman dan 100.000 korban jiwa pada pihak Rusia.
2 Desember: Tentara Austro-Hungaria menduduki Beograd.
3-9 Desember: Tentara Serbia di bawah pimpinan Putnik menyerang tentara Austro-Hungaria dalam Pertempuran di Sungai Kolubara. Serangan Serbia ini berhasil mengusir Austro-Hungaria dari negara tersebut.
14-24 Desember: Sekutu memulai serangan besar-besaran di sepanjang front Barat namun kurang berhasil.
25 Desember: Jerman dan Inggris menyatakan gencatan senjata untuk menghormati hari Natal. Gencatan senjata ini berlangsung selama satu pekan.












  • 28 Juni 1914: Terjadi pembunuhan terhadap Archduke Franz Ferdinand beserta isterinya. Pembunuhan ini terjadi di Sarajevo (sekarang ibukota Bosnia- & Herzegovina) dan dilakukan oleh kelompok radikal Bosnia-Serbia, Gavrilo Princip.
  • 23 Juli 1914: Austria-Hungaria memberikan ultimatum berisi 10 (sepuluh) tuntutan kepada Serbia.
  • 25 Juli 1914: Serbia menerima 8 dari 10 ultimatum di atas. Sikap Serbia ini tidak disetujui oleh Austria-Hungaria dan sebagai imbasnya, putuslah hubungan diplomatik antara kedua negara.
  • 26 Juli 1914: Kekuatan-kekuatan Eropa mulai menggeliat dan bergerak.
  • 28 Juli 1914: Austro-Hungaria mengumumkan perang melawan Serbia.
  • 29 Juli 1914: Kapal-kapal perang Austro-Hungaria yang bersiaga di Sungai Danube membombardir Beograd (ibukota Serbia). Serbia tidak tinggal diam dan membalas serangan ini.( gambar Kota Beograd setelah di bombardir kapal perang Austria-Hungaria)
  • 1 Agustus 1914: Jerman mengumumkan perang melawan Rusia.
  • 3 Agustus 1914: Jerman mengumumkan perang melawan Prancis dan Belgia.
  • 4 Agustus 1914: Jerman menduduki Belgia. Pada waktu yang sama, Britania menyatakan perang terhadap Jerman, sedangkan Amerika Serikat bersikap netral.( Gambar ketika Jerman menduduki Belgia)
  • 5 Agustus 1914: Schlieffen Plan yang dirancang oleh pihak Jerman di bawah komando Lundendorff dilanggar di kota Liege.
  • 6 Agustus 1914: Austro-Hungaria mendeklarasikan perang melawan Rusia berbarengan dengan tantangan Serbia kepada Jerman.
  • 7 Agustus 1914: British Expeditionary Force (BEF) tiba di Prancis dan mulai menduduki daerah Mons, Belgia.
 (gambar Pasukan Inggris/BEF memasuki Belgia)












  • 12-21 Agustus 1914: Austro-Hungaria yang berkekuatan 200.000 orang tentara menduduki Serbia. Pasukan ‘tuan rumah’ yang kalah jumlah bertarung habis-habisan untuk mempertahankan diri dalam pertempuran di Sungai Jadar. Luar biasa! Mereka berhasil mengusir pasukan Austro-Hungaria pada tanggal 26 Agustus 1914. (gambar pasukan Serbia memukul mundur Tentara Austria-Hungaria)
  • 14-22 Agustus 1914: Tentara Prancis menyerang Lorraine, Jerman melakukan serangan balik, memaksa Prancis pulang kandang ke Nancy.
  • 16 Agustus 1914: Liege menyerah pada First Army dan Second Army Jerman yang merangsek wilayah tersebut lewat Sungai Meuse. Tentara Belgia menyerah.
  • 17-19 Agustus 1914: Tentara Rusia menduduki Prusia Timur namun berhasil ditahan oleh Eight Army Jerman. Rusia dipukul mundur hingga perbatasan.
  • 18 Agustus 1914: Tentara Belgia kalah bertempur dan mundur ke kota Antwerp. Di sana ternyata telah menunggu tentara Jerman dan memaksa mereka untuk melarikan diri hingga perbatasan Prancis.
  • 19 Agustus 1914: Presiden Amerika Serikat, Woodrow Wilson, dalam pidatonya di hadapan Senat, menatakan bahwa Amerika Serikat harus tetap bersikap netral ‘untuk menyalamatkan jiwa umat manusia’.
  • 20 Agustus 1914: Tentara Jerman merebut kota Brussels (ibukota Belgia). Hindenburg dan Ludenhoff mengambil komando tentara untuk front Timur.
  • 20-25 Agustus 1914: Prancis mengalami kekalahan besar dalam pertempuran di wilayah Selatan Belgia dan Luksemburg. Mereka dipukul mundur hingga Sungai Meuse dan Sungai Marne dekat daerah Verdun.
  • 23-27 Agustus 1914: Sementara itu, di Mons, BEF bertempur melawan First Army Jerman yang dipimpin oleh Kluck dan pihak Inggris dipaksa menyerah.
  • 26-31 Agustus 1914: Tentara Austro-Hungaria bergerak menuju Polandia dengan mengitari daerah rawa-rawa Pripet. Pada waktu bersamaan Rusia menderita kekalahan telak dari Jerman dalam Pertempuran Tannenberg dan pendudukan mereka di Prusia Timur berakhir. (gambar pertempuran Tanenberg, 170.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran tersebut)
  • 5-10 September 1914: Jerman mendapatkan serangan balik dari dua pihak, Inggris dan Prancis, dalam Pertempuran Marne. (gambar pertempuran Marnes, 263.000 tentara Sekutu dan 220.000 tentara Jerman tewas dalam pertempuran tersebut)
  • 7-18 September 1914: Pertempuran di Sungai Drina. Tentara Austro-Hungaria melancarkan misi kedua ke Serbia. Tentara Serbia yang dipimpin oleh Putnik menarik diri dan bertahan di Beograd. (Pertempuran  ini sangat berdarah bagi kedua belah pihak, dengan Austria, Jerman dan Bulgaria kehilangan 313.500 korban gabungan, dan Serbia kehilangan lebih dari 320.000 tentara)
  • 9 September 1914: Jerman dipukul mundur dalam Pertempuran Marne dan lari ke Noyon dan Verdun. Pertempuran berakhir dan gagallah Schlieffen Plan. Tentara Belgia menyerang Jerman di luar Antwerp. (Meskipun Sekutu Menang, pertempuran ini sangat mahal, jumlah korban pasukan Sekutu 263.000 jiwa, dan Jerman 220.000. Selain itu, pertempuran memaksa Jerman mundur dan kemudian konsolidasi dan mulai membangun benteng, menyebabkan Sekutu untuk merespon dan mengarah mereka pada peperangan parit berdarah yang menjadikan ciri pertempuran di Front Barat.)
  • 9-14 September 1914: Jerman menyerang Rusia di Masuria dan berhasil mengusir Rusia dari daerah itu.
  • 14 September 1914: Dari pihak Jerman, General Staff Moltke diganti oleh Falkenhayn.
  • 15-18 September 1914: Tentara Sekutu yang dipimpin oleh Joffre menyerang tentara Jerman dalam Pertempuran Aisne, namun penyerangan ini tidak membawa hasil. Dalam serangkaian manuver, sekutu berhasil unggul dalam peristiwa yang dikenal dengan nama ‘Race to the Sea’.
  • 22 September 1914: U-boat milik Jerman, U-9, menenggelamkan tiga kapal cruiser Inggris (Aboukir, Hogue dan Cressy) di lepas pantai Belanda. Jumlah korban serangan ini adalah 1.400 orang. Sebagai reaksinya, Inggris mengadakan serangan udara untuk pertama kalinya terhadap Jerman.( gambar HMS Aboukir kapal perang milik Inggris)
 ( bawah, Kapal Selam Jerman U-9,merupakan kapal selam pertama yang digunakan dalam peperangan)
  • 22-24 September 1914: Pertempuran Artois. ( Gambar pasukan Sekutu sedang bersiap menghadapi pasukan Jerman dalam Pertempuran Artois 1914-1915. bawah peta pertempuran Artois, Notre Dame, Lorette)
  • 28 September 1914: Ninth Army di bawah pimpinan Hindenburg mulai mendesak posisi Rusia di wilayah selatan Warsawa.
  • 6-8 Oktober 1914: Tentara Belgia dievakuasi dari Antwerp.
  • 10 Oktober 1914: Antwerp jatuh ke tangan Jerman.
( gambar pasukan Belgia bersiap menghadapi serangan Jerman di Antwerp, atas. pasukan artileri Belgia, bawah)
  • 13 Oktober 1914: Untuk pertama kalinya Kanada mengirimkan tentaranya ke Inggris.
  • 16-17 Oktober 1914: Tentara ANZAC berangkat ke Eropa.
 (pasukan ANZAC mendarat di Gallipoli, Turki, atas. pasukan ANZAC gabungan pasukan Australia, New Zealand, dan Kanada, bawah)
  • 19 Oktober 1914: Tentara Sekutu yang dipimpin oleh Haig melakukan serangan balik di Flanders. Peristiwa ini dikenal sebagai ‘First Battle of Ypres’.
 (pasukan sikh dari India di bawah komando Inggris dalam pertempuran Ypers di Flanders, Belgia, atas. pasukan Inggris menggunakan topeng gas, bawah. sejarah baru penggunaan gas beracun dalam perang modern)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar